Investasi

Pengertian Investasi

Setiap orang dihadapkan berbagai pilihan dalam menentukan proporsi dana atau sumber dana yang mereka miliki untuk konsumsi saat ini dan di masa yang akan datang, investasi dapat diartikan sebagai komitmen untuk menanmkan sejumlah dana pada saat ini dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa yang datang. Dengan kata lain, investasi merupakan komitmen untk mengorbankan konsumsi sekarang (sacrifice current consumtion) dengan tujuan memperbesar konsumsi dimasa datang. Investasi dapat berkaitan dengan penanaman sejumlah dana pada aset real seperti tanah, emas,rumah dan aset real lainnya atau aset financial seperti deposito, saham,obligasi dan surat berharga.

Dalam konteks sederhana, seorang pegawai yang baru bekerja dalam suatu perusahaan, sebut saja Kevin memperoleh penghasilan awal yang hanya cukup untuk memenuhi kebuthan sehari-hari. Sejalan dengan peningkatan karier, penghasilannya meningkat lebih besar daripada konsumsi saat ini. Kevin dihadapkan pada suatu kondisi untuk memutuskan beberapa penghasilan yang akan dialokasikan untuk konsumsi saat ini dan berap penghasilan yang akan dialokasikan untuk konsumsi pada masa datang.

Definisi Investasi

            Apa yang dimaskud dengan investasi? Investai adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan mem-peroleh sejumlah keuntungan dimasa yang datang. Seorang investor membeli sejumlah saham saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan dan kenaikan harga saham ataupun sejumlah dividen di masa yang akan datang, sebagai imbalan atas waktu dan risiko yang terkait dengan investasi tersebut. Bahkan sebagai contoh sederhana, waktu yang Anda korbankan untk mebaca modul ini merupakan suatu investasi. Anda harus merelakan waktu santai Anda bersama keluarga untuk membaca modul ini dengan harapan memperoleh karier sukses di masa datang. Harapan akan masa depan yang lebih baik tersebut merupakan imbalan atas komitmen waktu dan usaha yang Anda lakukan saat ini.

Istilah investasi bisa berkaitan dengan berbagai macam aktivitas. Menginvestasi-kan sejumlah dana pada aset real (tanah, emas, mesin atau bangunan) maupun aset financial (deposito, saham ataupun obligasi) merupakan investasi yang umumnya dilakukan. Bagi investor yang lebih pintar dan lebih berani menanggung risiko, aktivitas investasi yang mereka lakukan juga bisa mencakup investasi pada masa pada saet-aset finansial lainnya yang lebih kompleks seperti warant, options dan futures maupun ekuitas internasional. Aset finansial adalah klaim berbentuk surat berharga atas sejumlah aset-aset finansial yang bisa diperdagangkan dengan mudah dan dengan biaya transaksi yang murah pada pasar yang terorganisir.

Pihak-pihak yang melakukan kegiatan investasi disebut investor. Investor pada umumnya bisa digolongkan menjadi dua, yaitu investor individual (individual/retail investor). Investor individual terdiri dari individu-individu yang melakukan aktivitas in-vestasi. Sedangkan investor institusional biasanya terdiri dari perusahaan-perusahaan asuransi, lembaga penyimpan dana, lembaga dana pensiun, maupun perusahaan inves-tasi. Investasi juga merupakan bagaimana mengelola kesejahteraan investor. Kesejahte-raan dalam konteks investasi berarti kesejahteraan yang bersifatnya moneter bukannya kesejahteraan rohaniah. Kesejahteraan moneter bisa ditunjukkan oleh penjumlahan pendapatan yang dimiliki saat ini dan nilai saat ini (present value) pendapatan dimasa yang datang.

Orang seharusnya membuat keputusan seperti beberapa banyak penghasilan saat ini yang seharusnya dihabiskan atau dikonsumsi dan beberapa banyak seharusnya diinvestasikan menurut prerferensinya. Dalam menetapkan preferensinya ini, mereka seharusnya membuat keputusan sedemikian rupa sehingga mencapai tingkat tertinggi kepuasan personal. Orang seharusnya membuat keputusan konsumsi/investasi dalam suatu cara yang akan memaksimalkan utilitasnya. Dalam hal ini, utilitas merupakan pengukuran tingkat kepuasan individu dab akan berbeda-beda antar individu.

Di dalam area keuangan (finance), individu biasanay diasumsikan dapt memak-simalkan utilitasnya dengan memaksimumkan kesejahteraannya. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kesejahteraan diukur dengan nilai sekarang arus penghasilan individual. Alternatif lain, kesejahteraan dapat diukur dengan nilai sekarang banyaknya uang yang disediakan oleh individu untuk dikonsumsi. Dengan memperoleh kesejahte-raan tertinggi, orang dapat menikmati konsumsi uangnya misalnya untuk membeli rumah, mobil, perhiasan dan sebagainya. Namun sebagian menginvestasikan sebagian uangnya untuik konsumsi di masa datang. Contohnya mereka memutuskan untuk menunda konsumsi saat ini dan membeli saham atau mendepositokan uangnya. Dalam kasus lain mereka berinvestasi (inveting dan leading). Sedankan dipihak lain, sebagian individu yang tidak mencukupi dananya untuk konsumsi saat ini denga meminjam.

 

Tujuan investasi

Apa tujuan investasi? Pada dasarnya tujuan orang melakukan investasi adalah untuk “menghasilkan sejumlah uang” semua orang mungkin setuju dengan pernyataan tujuan investasi tersebut. Tetapi pernytaan tersebut nampaknya terlalu sederhana, sehingga kita perlu mencari jawaban yang lebih tepat tentang tujuan orang berinvestasi. Seperti disinggung dimuka, tujuan investasi yang lebih luas adalah un tuk meningkatkan kesejahteraan investor. Kesejahteraan dalam hal ini adalah kesejahteraan moneter yang bisa diukur dengan penjumlahan pendapatan saat ini ditambah nilai saat ini penda-patan masa depan.Sumber dana untuk investasi bisa berasal adri aset-aset yang dimi-liki saat ini, pinjaman dari pihak lain, ataupun dari tabungan. Invetor yang mengurangi konsumsinya saat ini akan mempunyai dan kelebihan untuk ditabung. Dana yang bera-sal dari tabungan tersebut jika diinvestasikan akan memberikan harapan peningkatan kemampuan konsumsi investor yang masa datang, yang diperoleh dari peningkatan kesejahteraan investor tersebut.

Secara lebih khusus lagi, ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi, antara lain sebagai berikut.

  • Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di as yang akan datang. Seorang yang bijaksana akan memikirkan bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang di masa datang.

Mengurangi tekanan inflasi. Dengan melakukan investasi dalam pemilikan peru-sahaan atau objek lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penu-runan nilai kekayaan atau hak milik yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s