BAB 4 Analisis Faktor Fundamental dan Resiko Sistematik Terhadap Harga Saham Pada Industri Dasar dan Kimia di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Hasil yang ditemukan dari penelitian untuk uji normalitas menunjukkan hasil bahwa model regresi mempunyai distribusi sebaran data normal. variabel independen tidak saling berkorelasi karena nilai tolerance value lebih besar dari 0.10 dan VIF lebih kecil dari 10. Sehingga dapat dikatakan tidak terjadi multikolinieritas, untuk uji autokorelasi nilai DW (Durbin-Watson) adalah 1.965 dimana nilai Dw tersebut terletak diantara DU< DW< 4-Du berarti tidak terjadi autokorelasi sedangkan uji heteroskedastisitas diperoleh nilai sing (2-tailed) > alpaha yaitu 5% dan 1% maka dapat dinyatakn tidak terjadi heteroskedastisitas. Jadi model ini diasumsikan memenuhi syarat BLUE. Sedangkan hubungan faktor fundamental dan resiko sistematik terhadap harga saham dapat dilihat dari nilai adjusted R square 50.1% dan 49.9% dipengaruhi faktor-faktor lain seperti gejolak nilai tukar valas, krisis politik negara, perang, resesi, dan lain sebagainya. Hal ini memberikan petunjuk pola pergerakan harga saham bersifat acak, tidak dapat ditentukan, dan atau dipengaruhi sepenuhnya dengan hanya mengendalikan faktor fundamental perusahaan.

Berdasarkan perhitungan, nilai F-hitung 2.637 > F-tabel 2.42, berarti masing-masing variabel dependen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga saham dan hasil uji-t diketahui hanya variabel book value per share dan price to book valueyang berpengaruh signifikan secara parsial tehadap harga saham sedangkan variabel bebas lainnya yaitu ROE, ROI, DER, PER, DPR dan BETA tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham.

Variabel Book Value per Share (BVS) memiliki nilai t-hitung 3.877> t-tabel 2.048 sehingga Ha2 diterima. Variabel book value per share menunjukkan jumlah rupiah aktiva perusahaan yang akan dibayarkan kepada setiap lembar saham. Nilai buku mewakili aktiva perusahaan, berarti perusahaan industri dasar dan kimia memiliki aktiva cukup banyak dan dikelola dengan baik sehingga dapat memperoleh laba yang akan cenderung memiliki nilai pasar yang sama bahkan lebih besar dari nilai bukunya. Sedangkan Variabel price to book value memiliki niali t-hitung 2.095> t-tabel 2048 sehingga Ha2 diterima atau dengan kata lain variabel ini mempunyai hubungan yang signifikan terhadap harga saham industri dasar dan kimia. Price to book value juga menunjukan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan, semakin tinggi rasio ini maka pasar semakin percaya akan prospek perusahaan tersebut (Tjiptono dan Hendy, 2006:199).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s