jurnal 3

Judul : DAMPAK PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP PENURUNAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN

Penulis : Hermanto Siregar dan Dwi Wahyuniarti

Latar belakang masalah :

Pada tahun 1968 Pertumbuhan ekonomi Indonesia baru melaju relative cepat, perekonomian Indonesia baru bisa pulih dari dampak negative goncangan minyak bumi mulai penghujung decade 1980-an dan mencatat rataan pertumbuhan ekonomi sekitar 7% pertahun selama kurun waktu 1989-1993. Selanjutnya pada periode 1994-1996 tercatat rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat lagi menjadi 7,9% pertahun.

Secara perlahan, Indonesia melai bangkit dari keterpurukan walaupun masih menyisakan permasalahan mendasar akibat stagnasi ekonomi dimasa krisis.  Selanjutnya pada periode 2004-2006 angka pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan rataan mencapai 5,4%. Namun secara umum, tren pertumbuhan ekonomi Indonesia belum kembali seperti masa sebelum krisis.

Tujuan masalah :

Untuk mengetahui dan menganalisis dampak pertumbuhan ekonomi terhadap jumlah penduduk miskin yang terjadi di Indonesia.

Manfaat masalah : Agar penulis dapat menganalisis kemiskinan yang terjadi diindonesia akibat dampak ekonomi

Landasan teori :

  • Teori pertumbuhan ekonomi  : Robert solow mengembangkan model pertumbuhan ekonomi yang disebut sebagai model pertumbuhan solow, dan model tersebut berangkat dari fungsi produksi agregat
  • Teori  kemiskinan : secara umum, kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar standar atas setiap aspek kehidupan

Studi terdahulu :

  • Balisacan et al (2002) melakukan study mengenai pertumbuhan dan perenungan kemiskinan diindonesia dan apa yang ditunjukkaan oleh data subnasional. Dan studi tersebut menyatakan bahwa Indonesia memiliki catatan yang mengesankan mengenai pertumbuhan konomi dan pengurangan kemiskinan selama dua decade.
  • Suryahadi et al (2006) study ini menekankan pada dampak lokasi dan komponen sektoral dari pertumbuhan. Hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan diperdalam dengan membedakan pertumbuhan dan kemiskinan di semua sector dan lokasi
  • Suryadarma dan suryahadi (2007) melakukan study untuk melihat dampak pertumbuhan disektor public maupun swasta akan mengurangi kemiskinan, selain itu juga menghasilkan elastisitas yang relative sama.

Metodologi

  • Analisis yang digunakan  berupa analisis deskriptif dengan menyajikan data dalam bentuk table dan grafik, sedangkan analisis ekonometrika dengan menggunakan panel data untuk menelaah pengaruh pertumbuhan dan factor-faktor terhadap kemiskinan.
  • Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari berbagai institusi pemerintah terutama dari Badan Pusat Statistika dan Bank Indonesia

Pembahasan :

  • Perkembangan jumlah penduduk miskin Indonesia : tingginya angka kemiskinan merupakan masalah kritikal yang memerlukan masalah serius
  • Persebaran jumlah penduduk miskin
  • Analisis factor-faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk miskin
  • Pembahasan mengenai relative lambatnya pertumbuhan ekonomi : pertumbuhan ekonomi terbukti memberikan dampak terhadap berkurangnya jumlah penduduk miskin. Namun ternyata pengurangan jumlah penduduk miskin yang dihasilkan dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak sebesar yang diharapkan.

Kesimpulan : perekonomian Indonesia sempat mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi terhambat oleh krisis ekonomi yang menerpa kawasan Asia Timur. Hasil analisis dampak pertumbuhan ekonomi terhadap penurunan jumlah penduduk miskin menunjukkan bahwa pertumbuhan pengaruh signifikan terhadap kemiskinan, namun magnitude pengaruh tersebut relative tidak besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s