jurnal 2

Dalam latar belakang penulisan, dituliskan bahwa “Kemiskinan yang meluas merupakan tantangan terbesar dalam upaya upaya Pembangunan” (UN, International Conference on Population and Development, 1994) . Dibanyak negara syarat utama bagi terciptanya penurunan kemiskinan yang tetap adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi memang tidak cukup untuk mengentaskan kemiskinan tetapi biasanya pertumbuhan ekonomi merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan, walaupun begitu pertumbuhan ekonomi yang baguspun menjadi tidak akan berarti bagi masyarakat miskin jika tidak diiringi dengan penurunan yang tajam dalam pendistribusian atau pemerataannya.

Indonesia, sebagai sebuah negara berkembang, masalah kemiskinan adalah masalah yang sangat penting dan pokok dalam upaya pembangunannya. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2002, jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 38,4 juta jiwa atau 18,2% dari jumlah penduduk Indonesia. Masyarakat miskin sering menderita kekurangan gizi, tingkat kesehatan yang buruk, tingkat buta huruf yang tinggi, lingkungan yang buruk dan ketiadaan akses infrastruktur maupun pelayanan publik yang memadai.

Berbagai upaya penanggulangan kemiskinan yang telah diambil pemerintah berfokus pada: (1) peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui upaya padat karya, perdagangan ekspor serta pengembangan UMKM, (2) peningkatan akses terhadap kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan (KB, kesejahteraan ibu, infrastruktur dasar , pangan dan gizi), (3) pemberdayaan masyarakat lewat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang bertujuan untuk membuka kesempatan berpartisipasi bagi masyarakat miskin dalam proses pembangunan dan meningkatkan peluang dan posisi tawar masyarakat miskin, serta (4) perbaikan sistem bantuan dan jaminan sosial lewat Program Keluarga Harapan (PKH). Beberapa proyek pemberdayaan masyarakat antara lain P2KP, PPK, CERD, SPADA, PEMP, WSSLIC, dan P2MPD

Pada perumusan masalah, penulis mengungkapkan bahwa permasalahan utama dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia saat ini terkait dengan adanya fakta bahwa pertumbuhan ekonomi tidak tersebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia, ini dibuktikan dengan tingginya disparitas pendapatan antar daerah.

kemiskinan juga merupakan sebuah hubungan sebab akibat (kausalitas melingkar) artinya tingkat kemiskinan yang tinggi terjadi karena rendahnya pendapatan perkapita, pendapatan perkapita yang rendah terjadi karena investasi perkapita yang juga rendah. Tingkat investasi perkapita yang rendah disebabkan oleh permintaan domestic perkapita yang rendah juga dan hal tersebut terjadi karena tingkat kemiskinan yang yang tinggi dan demikian seterusnya, sehingga membentuk sebuah lingkaran kemiskinan sebagai sebuah hubungan sebab dan akibat (teori Nurkse) dan telah dibuktikan untuk contoh kasus lingkar kemiskinan di Indonesia (Jaka Sumanta, Jurnal Kebijakan Ekonomi; 2005)

Tujuan penelitian ini, penulis membaginya menjadi 2, yaitu :

  1. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat kemiskinan (jumlah penduduk miskin) di Indonesia
  2. Untuk mengetahui model persamaan regresi yang menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk miskin di Indonesia.

Sedangkan masalah dalam penelitian ini adalah :

Dari penelitian ini diharapkan dapat:

  1.  Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk miskin di Indonesia dan variabel-variabel yang signifikan mempengaruhinya
  2. Dapat diketahui model persamaan regresi pola tingkat kemiskinan di Indonesia
  3. Diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pembuatan kebijakan dalam rangka mengambil keputusan kebijakan tentang pengentasan kemiskinan.

Dalam metodologi penelitian, penulis menggunakan data sekunder, aspek yang diteliti adalah aspek SDM dan aspek kualitas hidup masyarakat. Alat analisa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk menentukan faktor-faktor  yang mempengaruhi tingkat kemiskinan digunakan metode analisis regresi berganda (multiple regression) dengan menentukan variabel-variabel yang mempengaruhi masing-masing fungsi tersebut.

Hipotesis

Faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan (jumlah penduduk miskin) di Indonesia antara lain jumlah penduduk, Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat melek huruf, tingkat kesehatan masyarakat (angka harapan hidup), tingkat penggunaan listrik di rumah tangga, dan tingkat konsumsi makanan penduduk Indonesia. Variabel-variabel tersebut antara lain jumlah penduduk, PDB harga konstan dengan tahun dasar 2000, angka melek huruf, angka harapan hidup, konsumsi makanan dan penggunaan listrik, semuanya berkorelasi negatif.

Dalam tinjauan pustaka, penulis memaparkan bahwa menurut Badan Pusat Statistik, kemiskinan adalah ketidakmampuan memenuhi standar minimum kebutuhan dasar yang meliputi kebutuhan makan maupun non makan.

Membandingkan tingkat konsumsi penduduk dengan garis kemiskinan atau jumlah rupiah untuk konsumsi orang perbulan. Pada dasarnya defenisi kemiskinan dapat dilihat dari dua sisi, yaitu:

a)   Kemiskinan absolute, Kemiskinan yang dikaitkan dengan perkiraan tingkat pendapatan dan kebutuhan yang hanya dibatasi pada kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar minimum yang memungkinkan seseorang untuk hidup secara layak.

b)   Kemiskinan relative, Kemiskinan dilihat dari aspek ketimpangan social.

Menurut Todaro (1997) menyatakan bahwa variasi kemiskinan dinegara

berkembang disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  1. perbedaan geografis, jumlah penduduk dan tingkat pendapatan,
  2. perbedaan sejarah, sebagian dijajah oleh Negara yang berlainan,
  3. perbedaan kekayaan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusianya,
  4. perbedaan peranan sektor swasta dan negara,
  5. perbedaan struktur industri,
  6. perbedaan derajat ketergantungan pada kekuatan ekonomi dan politik negara lain
  7. perbedaan pembagian kekuasaan, struktur politik dan kelembagaan dalam negeri.

Karena data yang digunakan oleh penulis adalah data sekunder, penulis mengambil dan mengolah data tersebut dari instansi pemerintah seperti Badan Pusat Statistik (BPS). Data-data tersebut diduga sebagai variabel yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Indonesia, diantara variabel-variabel tersebut antara lain yakni jumlah penduduk, produk domestik bruto, angka melek huruf, angka harapan hidup, penggunaan listrik dan konsumsi makanan. Dimana variable-variabel tersebut dianggap signifikan dalam mempengaruhi tingkat kemiskinan di Indonesia

Metode analisis yang di pakai penulis adalah metode analisis deskriptif, yaitu suatu cara analisa langsung dari hasil eviews dan table dengan memanfaatkan data-data yang tersedia dalam table seperti rata-rata, persentase, elastisitas dan ukuran statistik lainnya.

Untuk menganalisi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan

alat analisa yang digunakan adalah reviews 4.1 dengan alat ini didapatkan nilai koefisien parameter masing-masing variabel, nilai R-squere, uji signifikansi baik untuk uji masing-masing variabel (uji t) maupun untuk uji variabel secara keseluruhan (uji F). dengan eviews juga dapat diketahui ada tidaknya pelanggaran asumsi baik itu heteroskedastisitas, multikolinearitas maupun autokorelasi.

Sedangkan untuk melihat pengaruh jumlah penduduk, Produk Domestik Bruto, angka melek huruf, angka harapan hidup, rumah tangga pengguna listrik dan besarnya konsumsi, maka penulis menggunakan metode analisis regresi berganda (multiple regression) terhadap tingkat kemiskinan (jumlah penduduk miskin) di Indonesia.

analisa yang dipaparkan penulis sebagai berikut : setelah dilakukan pengumpulan data yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk miskin seperti jumlah penduduk, PDB, Angka melek huruf, angka harapan hidup, penggunaan listrik di rumah tangga dan tingkat konsumsi pangan masyarakat dan data masyarakat miskin itu sendiri. Kemudian dilakukan tabulasi dalam bentuk formulasi exel data sesuai dengan variabelnya data tersebut ada yang dipakai langsung dan ada yang diolah kembali sesuai dengan kebutuhan. Kemudian ditentukan model persamaan regresinya.

Setelah ditentukan variabel-variabel bebas (independen) maka dilakukan

pengolahan data dengan menggunakan eviews pada tahap awal dilakukan run data banyak variebel yang tidak signifikan, kemudian dilakukan pengurangan data satu tetap tidak signifikan, kemudian proses run terus berlanjut dan tetap banyak variabel bebas yang tidak signifikan. Setelah melakukan run data beberapa kali baru didapatkan hasil yang signifikan dari enam variabel yang dipakai hanya 3 variabel bebas yang signifikan mempengaruhi tingkat kemiskinan (jumlah penduduk miskin). Dari ketiga variable tersebut yaitu variabel jumlah penduduk, variable Produk domestik bruto dan variable angka melek huruf.

Untuk mengetahui suatu model sudah baik atau adanya pelanggaran asumsi

maka perlu dilakukan uji atau deteksi terhadap setiap pelanggaran asumsi tersebut. Dari

hasil tampilan output eviews diatas telah dilakukan uji pelanggaran asumsi:

  1. Uji Heteroskedastisitas
  2. Uji Multikolinearitas (Hubungan Antar Variabel)
  3. Uji Autokorelasi

Kesimpulan yang diperoleh penulis adalah sebagai berikut, diantaranya:

  1. Bahwa dari enam variabel bebas yang diduga mempengaruhi jumlah penduduk miskin di Indonesia hanya tiga variabel yang terbukti signifikan mempengaruhi jumlah penduduk miskin
  2. Dari dua model persamaan regresi yang digunakan model regresi linear berganda lebih baik disbanding model double log (log-log), indikator yang digunakan yakni R Square, Uji F, Uji t, Nilai DW, Uji pelanggaran asumsi regresi
  3. Variabel bebas yang berpengaruh positif atau berkorelasi positif terhadap jumlah penduduk miskin adalah variabel jumlah penduduk sedangkan variabel PDB dan angka melek huruf berkorelasi negatif.

Saran yang diharapkan penulis kepada pemerintah dalam rangka kebijakan pengentasan kemiskinan dapat mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk miskin terutama menggunakan strategi pertumbuhan ekonomi dan permasalahan pendidikan, sehingga kebijakan yang dibuat dapat lebih kongkret dan nyata dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat Indonesia baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Sumber :

http://wongdesmiwati.files.wordpress.com/2009/10/pertumbuhan-ekonomi-dan-pengentasan-kemiskinan-di-indonesia-_analisis-ekonometri_.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s