should, shouldn’t, can, can’t.

  1. Library

Should                  : we should restore the book that we have borrowed at library.

Shouldn’t            : if we go to library, we shouldn’t speak loud, because it’s disturbing others.

Can                        : if you want to add a reference to a research, you can come to the library.

Can’t                     : i can’t go to the library right now, so i open the e-library that can be accessed online any time.

 

  1. Museum

Should                  : we should take care and promote of the museum well .

Shouldn’t            : as visitors, we shouldn’t take anything that belongs to museum.

Can                        : i can see a lot of historical objects in every single Museum.

Can’t                     : i can’t let the museum damaged by unresponsible people.

Baca lebih lanjut

Sistem Penunjang Keputusan (DSS)

Definisi :

Sistem Komputer yang interaktif yang membantu pembuatan keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data dan model untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur.

 

Tujuan

  1. Memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi/tidak terstruktur.
  2. Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat dengan membantu integrasi antar tingkat.
  3. Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan dan bukan peningkatan efisiennya.

 

Karakteristik SPK

  1. Adaptability
  2. Flexibility
  3. User friendly
  4. Support Intelligence, design, choice
  5. Effectiveness

 

Tiga Tingkat Teknologi SPK

1. Spesific DSS

Merupakan hardware/software yang memungkinkan seseorang/ sekelompok orang pengambil keputusan melakukan analitis terhadap suatu masalah tertentu.

2. DSS Generator

Suatu paket hardware/software yang mampu secara cepat dan mudah membuat specific DSS

3. DSS Tools

Hardware /software yang membantu pembuatan specific DSS/Generator DSS

 

Manfaat SPK

  1. Meningkatkan jumlah alternatif yang dipilih
  2. Pemahaman yang lebih baik tentang bisnis
  3. Respon yang cepat terhadap situasi yang tidak diharapkan.
  4. Kontrol yang lebih baik

  Baca lebih lanjut

Proses Keputusan Investasi

Proses keputusan investasi merupakan proses keputsan yang berkesimbungan (going process) keputusan yang berjalan terus menerus sampai tercapai keputusan in-vestasi terbaik. Tahap-tahap keputusan investasi meliputi lima tahap keputusan, yaitu:

  • Penentuan tujuan investasi
  • Penentuan kebijakan investasi
  • Pemilihan strategi portfolio
  • Pemilihan aset
  • Pengukuran dan evaluasi kinerja portfolio

 

Penentuan Tujuan Investasi. Tahap pertama dalam proses keputusan investasi adalah penentuan tujuan investasi yang akan dilakukan. Tujuan investasi masing-masing investor bisa berbeda-beda tergantung pada investor yang membuat keputusan tersebut. Misalnya, lembaga dana pensiun yang bertujuan yang memperoleh dana untuk membayar dana pensiun dana pensiun nasabahnya di masa depan mungkin akan memi-lih akan memilih investasi portfolio reksa dana. Sedangkan bagi institusipenyimpan dana seperti bank misalnya, mempunyai tujuan untuk memperoleh return yang lebih tinggi di atas biaya investasi pada sekuritas yang mudah diperdagangakan ataupun pada penyaluran kredit yang lebih beresiko tetapi memberi harapan return tinggi.

           Penentuan kebijakan investasi. Tahap kedua ini merupakan tahap penentuan kebijakan untuk memenuhi tujuan investasi yang telah ditetapkan. Tahap ini dimulai dengan penentuan keputusan alokasi aset asset allocation decision). Keputusan ini me-nyangkut pendistribusian dana yang dimiliki pada berbagai kelas aset yang tersedia (saham, obligasi, real estat ataupun sekuritas luar negeri). Investor juga harus mem-perhatikan berbagai batasan yang memperngaruhi kebijakan investasi seperti beberapa dananya yang dimiliki dan porsi pendistribusian dana tersebut serta beban pajak pada pelaporan yang harus ditanggung.

Pemilihan strategi portfolio. Strategi portfolio yang dipilih harus konsisten dengan dua tahap sebelumnya. Ada dua strategi portfolio yang bisa dipilih, yaitu strategi portfolio aktif dan strategi portfolio pasif. Strategi portfolio aktif meliputi kegiatan penggunaan informasi yang tersedia dan teknik-teknik peramalan secara aktif untuk mencari kombinasi portofolio yang lebih baik yang seiring dengan kinerja indeks pasar. Asumsi strategi pasif ini adalah bahwa semua informasi yang tersedia akan diserap pasar dan direflesksikan pada harga saham.

Dengan strategi aktif, investor berusaha mengindentifikasikan saham-saham yang dia pertimbangkan akan bagus di masa mendatang dengan kata lain, dia akan men-coba untuk mencari winners. Sebaliknya denggan strategi pasif, investor dapat membeli reksa dana (muntual fund).

Pengukuran dan eavaluasi kinerja portfolio. Tahap ini merupakan tahap paling akhir dari proses keputusan investai. Meskipun demikian, adalah salah kaprah jika kita langsung mengatakan bahwa ini adalah tahap terakhir, karena sekali lagi, pro-ses keputusan investasi merupakan proses keputusan yang berkesinambungan dan terus menerus. Artinya jika tahap pengukuran dan evaluasi kinerja yang telah dilewati dan ternyata hasilnya kurang baik, maka proses keputusan investasi harus dimulai lagi dari tahap pertama demikian seterusnya sampai dicapai keputusan investasi yang paling optimal. Tahap pengukuran dan evaluasi kinerja in meliputi pengukuran kinerja portfolio dan membandingkan hasil pengukuran tersebut dengan kinerja portfolio dan pembandingan hasil pengukuran tersebut dengan kinerja portfolio melalui proses benchmarking. Proses benchmarking ini biasanya dilakukan terhadap indeks portofolio pasar, untuk mengetahui seberapa baik kinerja portfolio yang telah ditentukan diban-dingkan dengan kinerja portfolio lainnya (portfolio pasar)

 

Keputusan Produk

Sasaran pembelajaran

–          Mengetahui perbedaan antara lokal, nasional, internasional & merek global

–          Alternatif pembelajaran untuk memposisikan merek global

–          Menghargai pentingnya tingkatan kejenuhan

–          Menumbuhkan kesadaran akan sikap dan pertimbangan disain ke arah negeri asal

–          Mengetahui mengapa pengembangan produksi baru adalah kunci ke survival dan pertumbuhan global

 

Konsep dasar Produk

–          Produk dapat digambarkan sebagai suatu koleksi phisik, atribut simbolis dan psikologis yang terkadang secara bersamaan menghasilkan kepuasan, atau manfaat, bagi seorang pemakai atau pembeli.

–          Produk dapat digolongkan ke dalam golongan konsumen & barang penghasil barang

–          Produk dapat digolongkan sebagai persediaan atau jangka hidup mereka

 

Lokal, Nasional, Internasional dan Produk Global

–    Produk lokal ditawarkan di dalam sebagian dari suatu pasar nasional

–     Produk nasional ditawarkan di dalam Pasar nasional tunggal

–    Produk internasional ditawarkan di dalam pasar multinasional, yang regional

–   Produk global ditawarkan di dalam pasar yang global. Pangsa pasar adalah internasional dan multi-regional

 

Merek Global

–     Suatu lambang tentang pelanggan dengan kaitan mempunyai kepercayaan& persepsi

–     Nama sama atau maksud/arti sama di dalam bahasa yang lain

–     Gambaran serupa & posisi

–     Dipandu oleh prinsip strategi yang sama

–     Bauran pemasaran dapat bertukar-tukar dari negeri ke negeri Baca lebih lanjut

Segmentasi Global, menentukan Target, dan menentukan Posisi

Segmentasi pasar global didefinisikan sebagai proses mengidentifikasi kelompok atau kumpulan pelanggan potensial pada tingkat nasional maupun sub nasional yang kianya mempunyai persamaan tingkah laku dalam membeli.

Setelah mengidentifikasikan segmen, langkah berikutnya menetapkan target, artinya mengevaluasi segmen & memfokuskan usaha pemasaran pada suatu Negara atau kelompok orang yang mempunyai respon potensial yang signifikan.

Akhirnya perushaan harus merencanakan cara untuk membidik pasar-pasar yang dipilih sebagai targe dengan menetapkan posisi terbaik bagi produk yang ditawarkannya. Menetapkan posisi berarti menemukan cara menanamkan produk dalam ingatan pembeli potensial dipasar target dengan merancang bauran pemasaran secara tepat.

Segmentasi Pasar Global.

Sekarang ini , para agen periklanan & perusahaan global cenderung mensegmentasikan pasar dunia berdasarkan pada beberapa kriteria kunci :

  1. Demografis

Didasarkan pada karakteristik populasi yang dapat diukur ari seperti umur, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan & pekerjaan.

  1. Psikografis

Proses pengelompokan orang dalam arti sikap, nilai-nilai yang dianut, dan gaya hidup à idealis, materialis, tradisional.

  1. Karakteristik tingkah laku & manfaat yang dicari.

Tingkah laku : memfokuskan pada apakah orang akan membeli & menggunakan suatu produk atau tidak, disamping seberapa sering & berapa banyak yang dipakainya. Konsumen dapat dikategorikan menurut tingkat penggunaan, mis : pengguna berat , sedang, ringan, bukan pengguna. Atau menurut status pengguna, mis : pengguna potensial, bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna regular, pengguna pertama kali, dan pengguna produk pesaing.

Manfaat yang dicari : manfaat yang ditawarkan suatu produk tanpa memperdulikan wilayah geografisnya. Baca lebih lanjut

Investasi

Pengertian Investasi

Setiap orang dihadapkan berbagai pilihan dalam menentukan proporsi dana atau sumber dana yang mereka miliki untuk konsumsi saat ini dan di masa yang akan datang, investasi dapat diartikan sebagai komitmen untuk menanmkan sejumlah dana pada saat ini dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa yang datang. Dengan kata lain, investasi merupakan komitmen untk mengorbankan konsumsi sekarang (sacrifice current consumtion) dengan tujuan memperbesar konsumsi dimasa datang. Investasi dapat berkaitan dengan penanaman sejumlah dana pada aset real seperti tanah, emas,rumah dan aset real lainnya atau aset financial seperti deposito, saham,obligasi dan surat berharga.

Dalam konteks sederhana, seorang pegawai yang baru bekerja dalam suatu perusahaan, sebut saja Kevin memperoleh penghasilan awal yang hanya cukup untuk memenuhi kebuthan sehari-hari. Sejalan dengan peningkatan karier, penghasilannya meningkat lebih besar daripada konsumsi saat ini. Kevin dihadapkan pada suatu kondisi untuk memutuskan beberapa penghasilan yang akan dialokasikan untuk konsumsi saat ini dan berap penghasilan yang akan dialokasikan untuk konsumsi pada masa datang.

Baca lebih lanjut

International trade

International trade is the exchange of capital, goods, and services across international borders or territories. In most countries, such trade represents a significant share of gross domestic product (GDP). While international trade has been present throughout much of history (see Silk Road, Amber Road), its economic, social, and political importance has been on the rise in recent centuries.

Industrialization, advanced in technology transportation, globalization, multinational corporations, and outsourcing are all having a major impact on the international trade system. Increasing international trade is crucial to the continuance of globalization. Without international trade, nations would be limited to the goods and services produced within their own borders.

International trade is, in principle, not different from domestic trade as the motivation and the behavior of parties involved in a trade do not change fundamentally regardless of whether trade is across a border or not. The main difference is that international trade is typically more costly than domestic trade. The reason is that a border typically imposes additional costs such as tariffs, time costs due to border delays and costs associated with country differences such as language, the legal system or culture.

Another difference between domestic and international trade is that factors of production such as capital and labor are typically more mobile within a country than across countries. Thus international trade is mostly restricted to trade in goods and services, and only to a lesser extent to trade in capital, labor or other factors of production. Trade in goods and services can serve as a substitute for trade in factors of production.

Instead of importing a factor of production, a country can import goods that make intensive use of that factor of production and thus embody it. An example is the import of labor-intensive goods by the United States from China. Instead of importing Chinese labor, the United States imports goods that were produced with Chinese labor. One report in 2010 suggested that international trade was increased when a country hosted a network of immigrants, but the trade effect was weakened when the immigrants became assimilated into their new country.[2]

International trade is also a branch of economics, which, together with international finance, forms the larger branch of international economics. For more, see The Observatory of Economic Complexity. Trading is a value added function of the economic process of a product finding its market, where specific risks are to be borne by the trader, affecting the assets being traded which will be mitigated by performing specific functions.

Baca lebih lanjut